PART 21

2108 Words

Malam ini mendung namun belum turun hujan. Usaha melepaskan diri belum membuahkan hasil hingga tubuh Melan kini sudah berada di apartemen Deri dengan amarah yang siap ia lontarkan. Sayangnya, amarah Melan tak lebih besar daripada milik Deri. Deri mengacak rambutnya lalu mengacungkan satu telunjuk ke wajah Melan yang tengah berdiri di ruang tengah. "Kamu seneng bisa makan malem sama dia?", Deri membuka pembicaraan dengan emosi yang masih sedikit ia tahan. "Aku udah bilang sebelumnya kalau aku ada meeting sama client. Meeting, Der." "Kamu nggak bilang itu Andika." "Andika juga clientku." "Tapi dia suka sama kamu." "Darimana kamu tahu?" "Orang bodoh juga tahu itu, Mel." "Jaga bicaramu. Aku bakal marah kalau sampai kontrakku bermasalah." "Jangan mengancamku, Mel. Kamu sadar kalau aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD