Teo mengajak kedua sahabatnya untuk berkumpul di cafe Gilang. Malam ini dia mengenakan kaos hitam dibalut jaket jeans dan membiarkan poninya sedikit turun. Gilang sudah stay di tempat sejak sore. Gilang duduk di depan Teo dengan membawa laptop. Dia sempatkan browsing beberapa data selagi menunggu Deri. Pria itu sudah terlambat setengah jam. Namun, setelah Teo menyesap tetesan kopi terakhirnya, Deri datang dengan terengah-engah. "Sorry telat. Gue anter nyonya dulu balik ke apartemen." "Nggak masalah, cume gue yang ngerasa dianggurin kok. Gilang aja asik sendiri.", cibir Teo. Kini, mereka sudah siap membahas masalah yang dibawa Teo. Dia bercerita mengenai kehadiran Sandra kembali. Gilang sudah terlebih dulu menunjukkan rasa acuh dengan mencebikkan mulutnya lalu menyenderkan punggung deng

