CHAPTER 82

1841 Words

Dua kelopak mata yang sejak lima belas menit lalu Priska tatap dan begitu nyamannya tertutup, perlahan mulai membuka secara perlahan. Rasa pusing di kepala yang masih Bimo rasakan saat ini, membuatnya tak bisa langsung banyak bergerak ataupun memberi respon pada apa yang ada di hadapannya sekarang. Lelaki itu menolehkan kepalanya perlahan ke arah kanan, menatap seorang gadis yang sedang duduk dan juga menatapnya begitu dalam. Sebulir air mata mengalir begitu saja, saat rasa bersalah menyeruak dalam hatinya. Teringat kejahatan yang sudah ia lakukan pada gadis itu, membuat Bimo hanya tertegun tak mengerti harus mengatakan apa pada Priska. Priska yang melihat Bimo sudah membuka matanya, tersenyum dengan begitu tulus. Meneduhkan hati Bimo yang sekarang sedang merasa gelisah, takut jika gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD