Dua minggu berlalu, tepat dugaan Melya waktu itu, Bari membawa putrinya untuk bertemu dengan Abi. Sangat tidak profesional apa yang Bari lakukan, karena hari ini adalah pertemuan menyangkut bisnis bersama mereka. Tetapi, Bari justru membumbuinya dengan urusan pribadi, dan tak ada kaitannya sedikitpun dengan pekerjaan. Abi tak bisa marah pada Bari, selain ini di tempat umum, ia juga harus menjaga hubungan baik dengan partner bisnisnya. “Pak Abi, perkenalkan ini Sisil putri saya,” ucap Bari ramah. Abi dan gadis bernama Sisil itu saling melempar senyum, lalu menganggukan kepala tanda saling menghormati. “Abimanyu,” ujar Abi menyebutkan namanya. “Sisilia Renata, panggil saja Sisil,” wanita itu menimpali. Tak ada hal lebih lanjut lagi setelah perkenalan itu, karena Abi langsung mengajak Ba

