CHAPTER 21

2717 Words

Hari sudah semakin larut, Sisil mengajak Melya untuk segera beristirahat di kamar. Wanita itu harus terlihat lebih kuat dan tegar dihadapan Melya, karena tak ingin membuat suasana menjadi semakin buruk. Sudah pukul sepuluh malam, Abi masih belum memberi kabar padanya. Bahkan, ponselnya kini sudah tak bisa dihubungi sama sekali. Jika sebelumnya hanya tak mendapatkan jawaban, sekarang sudah tak aktif lagi, semua pesan yang Sisil dan Melya kirim statusnya tertunda. Rasa khawatir memang semakin menguasai kedua wanita itu, sikap tak biasa suaminya ini membuat mereka menduga banyak hal. Berbagai pemikiran tak luput wanita itu pikirkan, berusaha tenang dan selalu memikirkan hal baik. Tetapi, semua hal buruk selalu menguasai hati mereka. “Mba, kita pindah ke kamar yuk,” ajak Sisil. Karena sampai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD