Hingga pukul delapan tiga puluh, Abi tidak menemukan toko atau tempat memperbaiki ponsel, yang pengerjaan ponsel miliknya dapat ditunggu. Semua mengatakan, jika Abi ingin memperbaiki ponsel miliknya, maka esok hari baru akan selesai. Pria itu mengurungkan niatnya, untuk mengganti dengan ponsel baru juga ia urungkan. Karena, gadis cantik yang bersamanya menyarankan jika Abi tak perlu membeli ponsel baru. Itu hanya akan membuang uang saja, lebih baik Abi memperbaiki ponselnya esok hari, saat sudah tiba di Jakarta. Pria itu akhirnya mendengarkan, dan mengikuti saran yang Priska berikan. Tetapi, saat ini Abi dilanda kebingungan, bagaimana dirinya bisa memberi kabar pada kedua istrinya. “Mas Abi hafal nomor ponsel istrinya?” tanya Priska, karena sekarang ponsel Abi sudah mati total. Tidak sepe

