Waktu terus bergulir, hari berganti hari sudah dilalui. Enam minggu berlalu, kehidupan Abi bersama dengan keluarganya sudah kembali normal seperti sebelumnya. Priska sudah benar-benar pria itu hilangkan dari kehidupannya, tak pernah sekalipun Abi mencoba untuk menghubungi gadis itu lagi. Rumah tangganya bersama Melya dan Sisil, baginya sudah sangat sempurna dan memberikan kebahagiaan yang luar biasa. Priska memang belum menjalankan rencananya, untuk berangkat ke Jakarta agar bisa menemui Abi dan kedua istrinya. Gadis itu sedang fokus dengan urusan kuliahnya terlebih dahulu, Priska sangat memahami sifat sang kakak, untuk mendapatkan ijin bepergian dari pria itu, syarat mutlak yang tak bisa dibantah adalah menunjukan prestasi dengan nilai yang baik di bidang pendidikan. Oleh sebab itu, Pri

