Rasanya aku seperti terbang bagai burung,mungkin.
Ini pertama kalinya aku naik mesin bersayap ini.Kulihat awan dibalik jendela yang cerah,tapi tak mengisyaratkan kebahagiaan untukku,rasanya seakan awan tak berpihak pada suasana hatiku.Bayang bayang bersama ayah,seakan selalu menyelimutimu dalam cerahnya awan biru ini.
Sejam kemudian kami sampai di bandara Soeta.Dijemput pak Bono supir pribadi keluarga pak dimas.
Kini kami telah sampai di kediaman pak dimas.Setelah memasuki gerbang.Pertama yang kulihat adalah bangunan yang beridiri kokoh serta halaman yang luas.Benar pak dimas sepertinya adalah orang kaya.Rumah pak dimas,menurutku seperti mansion.
Ketika sampai di depan pintu kami mengucapkan salam.Kulihat wanita parubaya yang masih cantik,pasti itu istrinya pak dimas.Tersenyum dan membalas salam kami.
Beliau menatapku dan bertanya"dia siapa pa?"
"Dia nak fiksi nanti akan papa ceritain,papa mandi dulu,habis itu kita kumpul diruang keluarga.panggil anak anak juga".Pak dimas tau karna ini hari minggu keluarganya semua dirumah."Bi Rumi antar nak fiksi ke kamar sebelah Casandra,perintah pak dimas pada pembantu bernama bi rumi.Baik tuan.
Mari non...
Kini di sinilah aku berada,ditatap 4 orang dengan 3 orang bertanda tanya besar di kepala mereka,Karena bagaimanapun aku bukanlah salah satu dari kerabat atau saudara jauh mereka.Entahlah pikiranku bahkan berkecambuk memikirkan dari 2 orang anak muda yang seakan tatapan mereka mengulitiku.Ayolah aku bukan istri muda pak dimas.Semoga mereka terbuka menerima ku yang bukan siapa siapa.
Pak dimas membuka percapakan,tidak lebih tepatnya menengahi aksi tatapan tajam kedua anaknya kepada tamunya.
"Dia Fiksia,putri pak bayu,orang yang telah menyelamatkan nyawa papa kemarin".Apa?papa kenapa?papa tidak papa?dan masih banyak pertanyaan dari keluarganya pada pak dimas pada beliau.Ya pak dimas mulai menceritakan kejadian kemarin dan siapa diriku yang sebenarnya.
Dan aku pun memperkenalkan siapa aku,pada keluarga pak dimas.Hingga pak dimas menawarkanku menjadi anak angkat keluarga Sugiono.
Aksi protes dikeluarkan oleh Calvin dan Casandra anak anak dari pak dimas."Lah papa main angkat angkat anak sih pa,gak bertanya tentang pendapat kami" dan segala aksi protes lainnya yang dilontarkan pada papa mereka.Kulirik istrinya pak dimas membuka mulut dan menengahi aksi debat ini"mama setuju aja dengan keputusan papa,bagaimanapun papa berhutang budi sama almarhum ayahnya fiksia.merasa dapat dukungan pak dimas bersuara"Lihat mama kalian saja setuju,ini keputusan papa mulai sekarang fiksia akan jadi bagian dari keluarga ini,besok papa akan urus prosesnya.
Setelah itu semua bubar dari ruang diskusi ini.Kulihat Casandra dan calvin melirikku cuek.
Ah sudahlah apa peduliku, aku bergumam dalam hati,disini akan ku mulai hidupku yang baru,mereka hanya orang lain untuk saat ini.Yang mana bila mereka menghargaiku akan ku hargai mereka,begitupun sebaliknya.