Konten menulis innovel ll-all of the young *Tumbal cinta untuk sang Alexander*
Prolog
Air mataku seakan tiada hentinya terus menetes,satu-satunya orangtuaku kini diambil oleh-Nya.
Ayah,,baru kemarin aku masih melihatmu mengantarkan ku pergi sekolah,melihat kelulusanku,menjadi wali murid untuk putrimu ini.
Tapi sekarang justru putrimu ini yang mengantarkanmu ke peristirahatan terakhir.
Hatiku serasa hancur melihat peristiwa kemarin, dimana seharusnya menjadi hari bahagiaku bersama ayah,justru
bencana yang datang.
flas bag on
"allhamdulilah putri ayah sudah lulus,selamat nak,pasti ibumu disana senang melihatmu telah lulus seperti janji ayah pada ibumu,lihatlah ini"ayah tiba tiba menyodorkan kotak berisi kalung dengan liontin buku"Cukup aneh kenapa berliontin bentuk buku."melihatku memandangi liontinnya ayah berkata"aneh ya fik,kenapa berbentuk buku,karna almarhum ibumu suka dengan buku fiksi" .Kami saling berpandang dan tertawa.Jika sudah menceritakan ibuku,aku sudah tau semuanya.
Ibuku bisa dikatakan maniak cerita fiksi.
"ayah lihat ini aku mendapat beasiswa dari universitas Nusa International,aku mendapat nilai terbaik ayah,senyumku pada ayah.ayah tampak berkaca kaca dan berkata"putrimu hebat mayang".ayah bergumam untuk ibuku.
12.30 tepat setelah aku dan ayah selesai sholat,setelah acara wisuda"ayah ayo kita makan bakso di depan sekolah fiksi yah"rengekku meniru gaya anak kecil"ayah hanya geleng geleng kepala.setelah tiba diparkiran ayah mengambil vespanya.
Setelah sampai ditujuan kulihat warung bakso milik mbok mirah ini begitu ramai tidak ada tempat duduk."Bagaimana ini yah?kita bungkus aja ya yah"antriannya bajibun begini,sambil ku memanyunkan bibir.Ayah hanya mengangukkan kepalanya.
Tepat setelah selesai membayar ku menoleh pada ayah,tapi beliau tidak berada disampingku,ayah terlihat berlari menghampiri seseorang,tidak bukan menghampiri tapi menyeret.Aku membelalakkan mata dan menutup mulut.Tidaaaakk teriakku menjerit!!Ayahhh
Kulihat disana ayah terpental dari hempasan sedan yang melaju kencang.
Ku menghampiri ayah yang berlumuran darah"tidak ayah,tidak,jangan pejamkan matamu,tidak,tidak,bicaraku dalam isak tangis.disisa nafas terakhirnya beliau mengatakan pada orang yang menolongnya,untuk menjaga merawat ku layaknya anak sendiri.
Orang tersebut mengangukkan kepala sambil menyeka air matanya.
Dengan melafazkan Syahadat,di kalimat terakhirnya.Kini panutanku,pahlawanku,cinta pertamaku,ayahku Bayu Nugroho telah menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuanku.
flas bag off
Kini semua orang sudah kembali ketempat masing tinggalah aku dan pak dimas.Ya beliau adalah orang yang telah ayahku tolong dari kecelakaan kemarin.
"Ayo kita pulang nak fiksi",kata pak dimas padaku.entahlah rasanya aku ingin menunggu ayah di sini,berharap beliau tidak benar benar pergi.Tapi itu tidak mungkin,aku seperti menyalahi takdir."Ayah tenang ya disana,fiksi pamit pulang,kapan kapan fiksi akan kemari menjenguk ayah,sekaku mengusap air mata yang tiada mau berhenti turun."Assalamualaikum yah".
Kini aku dan pak dimas sudah sampai di rumahku."Nak fiksi Pak bayu sudah kita makamkan.Sesuai permintaan beliau,ayahmu pak bayu,meminta bapak untuk menjaga dan merawatmu.Dan bapak sudah berjanji pada diri saya sendiri,saya kan merawatmu seperti anak saya sendiri.Sekarang bersiap siaplah kita akan pergi ke Jakarta,ikutlah dengan bapak,kamu mau kan?"
Ku menatap pada pak dimas,sorot matanya mengisyaratkan ketulusan,semoga pilihan ayah dengan mengikuti pak dimas ini benar.Bismilah ya Alloh,semoga ini menjadi awal yang baik,batinku.
Aku Menganggukkan kepala sebagai jawaban pada pak dimas.
Beliau tersenyum dan mengajakku bersiap menuju bandara.