Juu-Ni

1130 Words

Malam itu, Emma tidak pulang ke rumah. Ia berbohong kepada orang tuanya bahwa ia harus pergi keluar kota untuk menyelesaikan sebuah proyek dadakan dengan klien yang bukan dari Jakarta. Pada faktanya, ia tinggal di rumah keluarga Pratama yang juga ia bohongi dengan perkataan bahwa ia sudah mendapatkan ijin dari orang tuanya untuk tinggal disana. "Sayang, kamu apa nggak dicariin sama Pak Yoshi sama Bu Namie?" tanya Desy sambil membelai kepala putrinya yang berbaring di atas ranjang, hampir tertidur. "Udah seminggu loh ini. Masa iya sih mereka ngijinin gitu aja?" Emma tersenyum. "Mama nggak percayaan. Aku tuh udah bener-bener deket sama keluarga kandungku. Makanya waktu aku ijin kesini, mereka juga oke," dengan lihainya ia mengucapkan kebohongan, meskipun di hatinya yang terdalam ia merasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD