"Gak ada? Seriusan?" Adeeva tak percaya. Kedua gadis itu sedang mengendap-endap di sekitar ruang guru yang pintunya terbuka lebar. Masih memastikan kalau tidak ada guru piket yang berjaga di dekat pagar sekolah di jam istirahat seperti ini. Biasanya ada yang menjaga tapi tidak lama. Dan kali ini, mereka sedang beruntung. "Buruan!" seru Adeeva sambil terbirit-b***t berlari ke arah gerbang sekolah. Kemudian berlagak berjalan normal saat berhadapan dengan satpam. "Pak, izin keluar bentar. Mau fotokopi. Di dalem ngadat gitu mesinnya," bohongnya. Tata tergopoh-gopoh membawa dua buku tebal yang entah dari mana didapatkan Adeeva. Jelas-jelas itu bukan buku untuk anak kelas tujuh SMP melainkan anak kelas sembilan SMP. Astaga! Tapi Tata akui kalau ide Adeeva itu canggih dan selalu brilian. "J

