Izzan garuk-garuk kepala. Usai meladeni keramaian para keluarga besar, kini ia kaku ketika hendak masuk ke kamar Tiara. Perempuan yang baru ia nikahi pagi tadi itu tak kelihatan. Entah ke mana tapi instingnya mengatakan kalau ada di kamar. Apalagi tadi, para sepupu Tiara sudah heboh menyuruhnya ke kamar dan berujung dengan ditertawai para Om dan Tante Tiara. Biasa lah, namanya juga pengantin baru. Pasti menjadi sasaran bully-an. Mau masih jomblo atau sudah menikah pun sama saja. "D-dek Tia!" panggilnya. Tangannya gemetar mengetuk pintu. Yang dipanggil membalas dengan anggun. Hal yang membuat riuh orang-orang yang masih tersisa di lantai bawah. Tiara berdesis pelan sembari memelototi Ardan dan Dina yang tak kunjung pulang itu. Saudara sepupunya terkampret itu kompak sekali meledeknya seha

