Lena menguap lebar sambil meregangkan tubuhnya yang terasa pegal karena seharian penuh ini ia duduk manis di hadapan komputernya untuk mengerjakan sebuah desain yang akan ia presentasikan besok. Akibat dua hari ia absen dari pekerjaannya, malam ini mau tak mau Lena harus mengerjakan semuanya melebihi dari jam kerjanya seperti biasa. Kemarin, dengan inisiatif nya sendiri, Lena pergi ke Dokter Kandungan untuk mengetahui kondisi janinnya yang ternyata baru berusia dua Minggu. Mengingat itu reflek ia melihat ke arah perutnya yang masih datar lalu mengusapnya dengan lembut. Ia tersenyum hangat masih belum menyangka jika sebentar lagi akan ada seseorang yang akan memanggilnya dengan sebutan Ibu. Namun, perasaan hangat itu tidak dapat bertahan lama saat mengingat bagaimana nasibnya d

