Part 88

1082 Words

Sosok pemuda tampan itu meski tampak seperti sedang berjalan santai, setiap langkahnya terasa menindas. Dia memiliki penampilan yang sangat mencolok sejak awal. Di bawah kontras jubah ungu gelapnya yang berkilau, itu memberikan perasaan samar bahwa ia tidak bisa dijangkau secara langsung. Bola matanya yang berwarna biru gelap sangat cocok dipadukan dengan pakaian ungu itu. Alisnya seperti pedang dan sudut mulutnya sedikit terangkat. Dia begitu tampan sehingga dunia kehilangan warnanya dalam sekejap. Namun melihat senyum sinisnya dengan hati-hati, itu dipenuhi dengan aura dingin yang kejam. "Sejak kapan Duke Tuscany menjadi begitu memukau seperti sekarang ini ..." Vivian bergumam. Seolah-olah dia sengaja menutupi diri sejak dulu dan memutuskan untuk membuka diri sekarang. Dibandingkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD