Hidup memang penuh dengan tikungan dan belokan. Melihat bahwa Eleonor sedang linglung, Ernest bertanya, "Apakah kamu akan membunuhnya?" Eleonor kembali ke akal sehatnya dan berkata, "Dia bersekongkol dengan kedua bersaudara itu untuk menculikku dan mencoba menjualku ke rumah bordil. Dia bahkan diam-diam ingin menyakiti kakakku. Aku bukan orang suci, aku juga tidak akan membalas kejahatan dengan kebaikan. Mengingat apa yang telah dia lakukan padaku, hanya mengambil hidupnya sudah sudah merupakan kebaikan.” “Kamu gadis yang kejam.” Ernest tersenyum acuh tak acuh, seolah-olah dia tidak terkejut sama sekali bahwa Eleonor ingin membunuh putri suatu Kekaisaran. Dia menyilangkan lengannya dan menatap Eleonor dengan tenang. “Namun mengapa aku harus melakukan itu untukmu?” Eleonor tidak

