Part 247

1036 Words

Dia sebenarnya merasa frustasi sejak tadi, di tambah dengan kecurigaan Ernest, dia merasa semakin tersudut. Namun ciuman lembut dan pelan ini membuat perasaan-perasaan yang tadi mengukungnya perlahan lepas. Diluar dugaan dia merasa sedikit nyaman. Melihat bahwa kali ini Eleonor tidak melawan, Ernest perlahan menikmati aroma buah di bibir merah ceri itu sebelum melepaskannya. Dia berkata dengan suara rendah dan napas berat. "Apakah kamu lebih baik sekarang?" Untuk sesaat, lapisan tipis udara muncul di seluruh tubuh Eleonor. Seolah-olah angin dingin tertiup turun dari atas kepalanya, membuatnya menggigil dalam sekejap. Dia telah berusaha bersikap tenang dalam menghadapi masalah selama ini. Namun setiap kali di depan pria ini, dia sepertinya tidak mampu bertahan dalam udara dingin sekal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD