Relisha menatap sebelah sudut bibir Ken yang memar. Dia menanyakan berulang-ulang dan Ken hanya menjawab ‘tidak apa’. dan akhirnya Relisha menyerah untuk menginterogasi Ken. “Emma sudah mengembalikan mobil pemberianmu.” Ken menatap Relisha dan mata mereka saling bersitemu. Dia bahkan sama sekali tidak peduli dengan Emma yang mengembalikan mobilnya. Sebelum Relisha kembali menceritakan kejadian tadi siang, Poppy pulang. Dia bergelung ke pelukan ayahnya. “Dimana Nenek?” “Pulang. Hanya sampai di depan Pagar rumah saja.” Poppy menatap wajah ayahnya dan melihat sudut bibir Ken yang berbecak keunguan. “Kenapa dengan bibirmu, Dad?” Poppy refleks menyentuhkan ibu jarinya pada sudut bibir ayahnya. “Dad tadi menggigitnya.

