Emma duduk dengan gaya anggun khas wanita bangsawan. Soraya sedari tadi masih memegangi toples biskuit keju. Relisha sendiri awalnya tidak ingin menerima tamu lagi apalagi tamu itu mantan kekasih Ken. Bayangkan mantan kekasih Ken datang ke rumah Ken yang notabene sudah memiliki pasangan meskipun bukan pasangan Sungguhan. Apakah Emma tidak menggunakan otaknya dengan benar? Relisha meletakkan dua cangkir teh di atas meja. Satu untuk Soraya dan satu untuk Emma. “Terima kasih,” kata Emma mengangkat cangkir tehnya, meniupnya dan menyesapnya perlahan. Relisha menoleh pada Soraya, merasa lega karena ada Soraya di sampingnya. Setidaknya, Soraya bisa membantunya kalau-kalau Emma menanyakan hal-hal yang tidak bisa dijawabnya. “Dimana Ken?”

