Rea duduk di sofa ruang tengah rumahnya. Ah apa dia harus menyebutkan rumah itu rumahnya? Ya itu rumahnya. Dulu. Farhan masih saja duduk di sebelahnya. Bersiap menceritakan apa masalah di keluarganya. Yang berbeda adalah lengan Rea sudah ada di pangkuannya sendiri. Tidak lagi di genggam oleh Farhan. Rea sudah menyelesaikan masalahnya dengan Gilang. Meski sakit hatinya sudah sangat dalam, tapi dia mencoba menutup lukanya itu dengan perlahan. Gilang sudah bahagia. Dan apa masih ada kesempatan Gilang untuk masuk lagi ke kehidupan Rea? Rea menjawab tidak tegas dari hatinya. Rea bahkan tidak mau melihat Gilang lagi yang bahagia dengan gadis lain. Rea bahkan tidak ingin melihat Gilang tertawa dan bahagia dengan gadis lain selain dirinya. Maka dari itu Rea tadi memutuskan untuk mengatakan hal

