37

1539 Words

"Bisa," ucap Arfan yakin Kini dirinya membelakangi Petra dan juga Ressa. Arfan menatap lima gembok di depannya. Sesekali dia bergumam 'ini hanya gembok biasa' Tangannya sudah ahli membuka gembok biasa seperti ini. Pikirannya hanya terfokus pada satu. Selesaikan kasus ini. Petra yang menatap punggu Arfan hanya menghela nafas kecil. Sungguh. Dia tidak menyangka akan menambah jumlah personel dalam kelompoknya. Padahal Petra memulai kasus seperti ini hanya bersama Rea. Itu juga karena keingintahuan Rea terhadap kasus seperti ini. Perta tersenyum kecil saat menemukan Rea di pinggir jalan. Baju seragam SMP masih melekat di tubuh mungilnya basah terkena hujan. Petra yang saat itu masih kuliah tergerak hati untuk mendekati Rea. Rea sempat terkejut mendapati Petra menepuk kecil pundaknya dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD