Petra dan Arfan berada di ruangan yang sama dengan ruangan pertama mereka melihat banyak orang di tidurkan di ranjang. Tangan dan kaki mereka terikat. Mulut mereka di perban dan otot besar di lengan mereka terus-menerus mengisi ruang kosong dalam labu darah di samping mereka. Mereka tidak berdaya saat mereka ketahuan memasuki kawasan terlarang tempat ini. Mereka tertangkap dengan wajah babak belur akibat dari perlawanan mereka sebelum tertangkap. Dan itu memang sial. Mereka berdua sama sekali tidak mengetahui teknik beladiri. Mereka hanya melawan penjahat yang menangkap mereka dengan teknik- entahlah teknik apa, yang pasti mereka memukul dan menendang si penjahat secara asal. Tanpa teknik. Dan yang di sesali sekarang adalah mereka tidak menguasai bela diri. Mereka berjanji akan belajar m

