Masih saja Takut

1558 Words

Dua minggu kemudian. Senja menorehkan guratan jingga di cakrawala, seolah turut merestui penyatuan dua insan dalam ikatan suci. Gedung pernikahan itu dipenuhi bunga-bunga lili putih yang mekar sempurna, menghembuskan aroma lembut yang bercampur dengan wangi dupa dan harum melati. Sorot lampu kristal memantulkan cahaya keemasan, memperindah ruangan yang sudah dipenuhi keluarga kedua mempelai. Daiva berdiri tegak di sisi ruangan, tatapannya menghunus seperti belati berlapis es. Sepasang matanya yang tajam kini terpaku pada satu sosok yang baru saja muncul dari balik pintu besar berukir ukiran rumit. Dara. Gadis itu menunduk, wajahnya tampak pucat meski kulitnya bersinar samar di bawah cahaya lampu. Bayangan keanggunan yang tetap memesona meski hatinya berperang dengan kegundahan. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD