Bagian 37

1446 Words

"Api! Api!" Jeritan panik terdengar di seluruh penjuru. Si kumis tebal yang sudah siap menerkam gadis kecil mengurungkan niatnya. Dia terdiam berusaha menajamkan pendengaran. "Api! Lari! Apinya menyebar! Cepat Lari!" Wajah si kumis tebal memucat. Tubuh tambunnya berkeringat karena hawa panas semakin terasa. Dia terpaku sejenak sebelum bergegas menuju pintu, bersiap membukanya untuk mengetahui dengan pasti keadaan di luar. Brak! Tubuh gemuk si kumis tebal terlempar. Ya, pintu itu tiba-tiba didobrak dari luar, sehingga tanpa sengaja membantingnya. Pemuda kekar dengan banyak bekas luka di wajah masuk ke kamar. "Tuan! Api sudah menyebar ke mana-mana! Cepat tinggalkan tempat ini! Saya akan membantu Anda untuk membuka jalan!" seru pemuda itu. Si kumis tebal susah payah berdiri. Pemuda pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD