Dentingan memekakkan telinga saat ujung tombak Asytaria menghantam sesuatu. Gulzar Heer refleks menghunus pedang saat melihat wujud makhluk yang menerjang Asytaria. Seekor beruang berbulu biru dengan kuku sepanjang sebilah pedang tengah menggeram nyaring. Asytaria malah tersenyum senang. “Hmm ... buruan yang bagus,” gumamnya. Beruang itu menggeram lagi, lalu menerjang Asytaria dengan ganas. Gadis itu tentu tidak tinggal diam. Dia langsung melompat ke batang pohon. Gerakannya begitu gesit, hingga dalam waktu singkat sudah bertengger di dahan yang cukup tinggi. Gulzar Heer menyarungkan lagi pedangnya. Selain karena sadar tak akan bisa membantu, dia juga bisa memperkirakan kemampuan Asytaria. Gadis itu cukup seimbang untuk berhadapan dengan si beruang. “Pertarungan ini pasti akan me

