Mikael dalam diam menyuruh anak buahnya menyediakan mobil dan membawanya ke perusahaan ayahnya. Mikael juga ketika ini tidak mahu terlibat dengan sebarang masalah. Andai dia membuat keributan lagi , Perusahaan keluarganya akan hancur tanpa sisa. selama ini hidupnya yang mewah berpandukan pengaruh dan bisnis yang di bangunkan oleh kakeknya dan di wariskan kepada ayahnya.
Mikael memasuki perusahaannya dari jalan rahsia tanpa bertemu dengan wartawan yang menunggu di jalan utama perusahaan itu.
Pada ketika itu, Marfin baru selesai rapat bersama para menager tertinggi perusahaan nya. Mereka memberi pelbagai solusi untuk menaikkan semula pasaran saham. Ada juga yang berputus asa membantu perusahaan dan ada juga yang berhenti serta merta kerna takut perusahaan tidak dapat membayar gaji.
Marfin ketika itu berada dalam tekanan. Dia sendiri tidak tahu apa yang harus di lakukannya sekarang. Dia hanya mendengar setiap ucapan yang di katakan oleh menager perusahaannya.
Rakan kongsi merangkap sahabat karib Marfin juga tidak dapat membantunya menengani krisis yang di hadapi oleh Marfin ketika ini. Mereka mengatakan pengaruh Rafael sangat besar dan mereka takut jika perusahaan mereka juga menjadi bankrupt gara- gara membantu Marfin.
Pemegang saham yang lain tidak berani datang ke perusahaan Marfin untuk mengadakan rapat yang di anjurkan Marfin kerna telah di ugut oleh Rafael.
"Pa.... Aku akan menemui Rafael pa..?"
Mikael menuju ke ruangan rapat apabila para menager sudah keluar dari ruangan itu.
"Anak tidak berguna.. masalah apa yang kamu timbulkan lagi.. Papa sudah sering beri tahu kamu Mikael.. Jangan mencari gara- gara dengan perusahaan besar.."!!
"Tapi pa.. Rafael telah mengambil Maya dari ku".
"Maya???? Anak pembantu itu...!"
"Pa.. Maya itu pembantu ku.."
"Kau mencari gara- gara hanya kerna seorang pembantu..."!!
"Tapi pa..."
"Kau membuat kita hampir - hampir hilang segalanya Mika.. Hanya kerna seorang Pembantu..!!
"itu pembantu ku Pa.. tiada siapa boleh merampasnya."!
"Oohhh.. Makna nya kamu lebih rela kita kehilangan segalanya.. Maw jadi gembel kamu Mika....!! Kamu dari dulu sampai sekarang.. selalu membuat keributan.. Tidak pernah berubah.. Semua ini salah mama mu yang selalu memanjakan kamu..!!"
"Ini bukan salah mama pa.. Ini semua salah papa.. Tidak pernah peduli padaku.. Hanya sibuk dengan urusan kerja... "
"papa ini kerja hanya untuk kamu berdua.. kekayaan yang papa peroleh semua untuk kamu berdua... Sekarang kamu puas hati kita akan jadi gembel hah.... !!!
Marfin sudah tidak dapat menahan kemarahannya lagi. Dia mengangkat kerusi yang di duduk nya sebentar tadi dan melemparkan kepada Mikael.
Mujur saja Mikael sempat mengelaknya. Marfin masih tidak berpuas hati dan mengambil pistol dari salah seorang anak buahnya dan menembak ke arah Mikael. Mujur saja hanya terkena pada bahu kanan Mikael. Nasib baik Jelvin ayah kepada Maya cepat bertindak mengambil Pistol dari tangan Marfin.
"Pedro.. Bawa Mikael pulang ke rumah. Tidak perlu pergi ke rumah sakit . Hanya panggil doktor peribadi ke rumah".
Perintah Jelvin kepada Pedro.
"Baik Pak".
Pedro beserta orang-orangnya membawa Mikael keluar dari bilik rapat itu walaupun Mikael memberontak tidak mahu mengikutinya. Dia rela menjadi pelepas kemarahan ayahnya.
Mujur sahaja ruangan rapat itu di pasang dengan alat kedap bunyi dan mempunyai cermin yang agak gelap. Pekerja yang masih berada di perusahaan itu tidak dapat melihat atau mendengar apa-apa dari dalam bilik itu.
"Kemana kau pergi Mika... Aku akan membunuh mu... !! Anak yang tidak tahu di untung..!!"
Marfin tidak dapat lagi mengawal kemarahannya. Anak semata wayangnya telah menghancurkan segala usahanya hanya kerna seorang gadis.
"Pa... aku akan buktikan ke papa... yang aku ank yang boleh di harapkan pa..!!
Mikael berteriak kencang sebelum di paksa keluar dari ruangan itu.
Pedro terpaksa menyuntik obat tidur kepada Mikael tanpa di sedarinya. Ini kerana kekuatan yang ada pada Mikael boleh mencederakan orang- orang di sekelilingnya. apatah lagi akan menarik perhatian para pekerja yang ada di perusahaan.
Ketika emosi Mikael terganggu. Dia tidak akan peduli apa yang berlaku di sekitarnya. Dia hanya akan melepaskan kemarahannya sehingga dia merasa puas hati.
*******
Marfin meminta Jelvin dan yang lain meninggalkan dia berseorangan di ruangan rapat itu. Marfin ingin menyendiri seketika. Pada masa itu lah Marfin menerima beberapa foto dan video dari seseorang yang tidak di kenali.
Marfin sangat terkejut video itu berupa kecurangan istri tercintanya bersama salah seorang pengikut setia anaknya iaitu Pedro . semua foto yang di ambil itu pada ketika Marfin sedang berada di luar kota dan berada di kantor.
Marfin merasakan beban yang harus di tanggungnya semakin bertambah. Dia tiba- tiba merasakan sakit di bahagian dadanya . Marfin mula merasanya sekitarnya kelihatan gelap dan dia akhirnya terjatuh ke lantai tidak sedarkan diri. Mujur sahaja Jelvin datang tepat pada waktunya.
Marfin segera di bawa ke rumah sakit berdekatan. Jelvin memberitahu Istrinya Maria tentang keadaan Marfin. Tetapi melarang Nara untuk pergi ke rumah sakit buat sementara waktu kerna khawatir Nara akan di serbu oleh para wartawan.
**********
Pedro segera membawa Mikael kembali ke kediamannya. Alangkah terkejutnya Nara anak yang di sangkanya berada di kamar kini berada di depan matanya dalam keadaan tidak sedarkan diri dan cedera.
"Pedro.. Apa yang berlaku.. kenapa Mikael cedera??? "
Nara seperti hilang arah melihat anak semata wayangnya telah cedera dan pengsan.
"Tenang Nara tenang.. Mikael hanya ku suntik dengan obat tidur. Luka nya itu hanya cedera ringan .. Tidak akan menyebabkannya Mati ... Biar doktor Dani yang mengubatinya.."
Pedro tanpa sedar telah memeluk Nara di hadapan semua orang termasuk Doktor Dani.
Doktor peribadi keluarga Romano juga telah tiba di kediaman itu. Doktor itu segera mengubati luka pada bahu sebelah kanan Mikael. Mujurlah peluru yang terkena Mikael tidak mengena kepada bahagian yang penting. Akhirnya doktor itu selesai menjalankan tugasnya.
"Dani.. bagaimana dengan Mikael??"
Nara yang menunggu di luar kamar segera menemui doktor Dani apabila pintu kamar di buka.
"Mikael ngak apa-apa Nar.. Hanya cedera sedikit saja.. ini obat yang harus di berikan Mikael ya.. Jangan lupa di bagi obat nya.. Nanti meninggalkna bekas luka."
"Baik Dani... Makasih ya.."
"Aku pergi dulu ya.. Kirim salam pada Marfin"
"iya... Hati-hati ya.."
Dani sememangnya sangat akrab dengan Marfin. Dia tidak akan terkejut jika kecederaan yang di timpa Mikael itu adalah bekas tembakan. Dia tahu akan sikap Mikael yang sedikit gila. Dani pernah menasihati Marfin untuk membawa Mikael ke pakar psikologi tetapi di bantah keras oleh Nara.
*************
Setelah pemergian Doktor Dani. Maria pula menerima panggilan telepon dari suaminya mengatakan Marfin telah di bawa ke rumah sakit.
"Bu Nara.."
" Ada apa Maria."
Maria sangat teragak -agak untuk memberitahu Nara.
"Sua..mi saya memberitahu tuan Marfin di bawa ke rumah sakit kerna di serang sakit jantung."
"Apa??? "
Kejutan demi kejutan menimpa Nara pada hari ini.
"Pedro... Antar aku segera ke rumah sakit."
Maria terus melarangnya.
"Tapi bu.. Mas Jelvin melarang ibu ke Rumah sakit buat masa ini.. Kerna di khuwatiri akan di serang para wartawan".
"Tapi itu suami saya Maria.. "
"Iya bu... Tapi tunggu lah sehingga Tuan sedar dahulu."
"Baiklah Maria.. kau boleh pergi.." Kata pedro pula kepada Maria.
Maria memandang ke arah Nara dan Nara mengiyakannya. Maria pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Mari... peluk lah aku .. aku taw kau perlukan seseorang ketika ini.."
"Ped.... aku harus apa... uhuhuhu.. aku sangat lelah ped... Masalah menimpaku sedikit demi sedikit."
Pedro memeluk Nara untuk menenangkannya.
"Aku akan selalu bersamamu Nara.."