kerinduan

917 Words
Sejak kehilangan Maya , Rafael seperti kembali seperti sebelum ini. Seorang pria yang dingin dan tidak mudah tersenyum. Rafael sering merenung foto Maya bersamanya. Tidak kira lah foto yang berada di bingkai gambar atau pun foto yang berada di telefon nya. Luaran Rafael seperti pria normal. Dia bekerja seperti biasa dan sering bekerja sehingga lewat waktu. Tetapi dalaman Rafael seperti ribut yang melanda. Rafael sering menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Walaupun Rafael sibuk dengan pekerjaan nya. Dia tetap mengarahkan pengikutnya mencari Maya di serata tempat. Sehingga sekarang Maya serta bibik tidak di temui. "Maya.. kamu di mana?? Apa kamu sihat- sihat saja??" Rafael memegang bingkai foto Maya seolah- olah dia bercakap dengan gambar itu. Air mata Rafael sering jatuh apabila memikirkan Maya yang entah ke mana. "Aku merinduimu sayang" Rafael mengeluarkan cincin yang telah lama di siapkan untuk melamar Maya. Tetapi di tangguhkan dulu kerna ingin menunggu masa yang sesuai. Harapan nya kini hanya tinggal kenangan ring.. ring.. ring.. " Ya Aldo". "Tuan... pekerja dari sebuah toko pernah melihat bibik beberapa hari lalu untuk membeli keperluan makanan. Tetapi mereka tidak melihat Maya. Saya sudah menghantar orang untuk menjaga di sekitar toko itu. Kemungkinan Bibik akan kembali ke sana. Saya juga menghantar orang di sekitar perumahan berdekatan . Kemungkinan bibik tinggal di sana." "Baik Aldo... Kalau perlu kerahkan lebih ramai orang lagi mencarinya." " Baik tuan" Selepas menutup panggilan dari Aldo. Rafael menumbuk tempat tidurnya. "Bibik???Adakah kau mengkhianati ku bik.. Aku sangat percaya padamu seperti ibu ku... Apa alasan mu membawa Maya ku pergi... Kenapa?". Rafael merasa sangat terluka. Bibik adalah orang yang menjaga Rafael sejak berusia dua belas tahun. Bibik antara orang yang sangat di percayai oleh Rafael. Walaupun Rafael merasa bibik mengkhianatinya. Tetapi hati kecilnya merasa Bibik pasti ada alasan membawa Maya pergi bersamanya. 'Bik.. jika dirimu orang suruhan Romano.. aku tidak akan memaafkan mu Bik.. Walaupun kau pernah merawatku dari kecil sehingga aku dewasa.'. 'Maya ku harap di mana kau berada. tetaplah percaya pada ku... Aku akan mencari mu sayang bersama calon anak kita'. 'Aku akan menghapuskan kau Mikael Romano. Termasuk ahli keluarga mu tanpa sisa. Rafael membaringkan diri di tempat tidurnya. Air matanya keluar apabila membayangkan orang yang d percayainya telah mengkhianati nya.. Mana kala orang yang di sayangi nya telah menghilang. ******** Kediaman Romano Mikael akhirnya telah sedar dari tidurnya. Dia berusaha untuk bangun walaupun bahunya masih terasa sakit kerna tembakan dari ayahnya. Mikael bangun dari tempat tidurnya dan ingin menuju ke dapur kerna dirinya sangat dahaga. Dia seperti ingin memarahi Maria kerna tidak menyediakan air untuknya. Sepertinya Mikael telah lupa bahawa dirinya telah berkali - kali memecahkan kendi kaca yang berisi air di dalamnya. Ketika Mikael hendak keluar dari kamarnya. Maria datang untuk memeriksa keadaan Mikael. "Tuan.. tuan muda sudah bangun.. Ada apa-apa yang tuan perlukan." "Ambilkan aku air... Sekali dengan camilan." "Baik tuan.." Mikael hanya membaringkan dirinya di atas tempat tidurnya. Walaupun luka yang di terimanya tidak lah terlau parah. Tetapi Mikael masih dalam keadaan lemah kerna kehilangan banyak darah. "Tuan.. ini air dan camilannya" "Emmm" "Saya keluar dulu tuan". Maria hanya meletakkan air dan camilan di atas meja berdekatan Mikael. Mikael langsung tidak memandang ke arah Maria. Dia hanya memandang ke atas syiling seperti memikirkan sesuatu. " Maria..." "Ya tuan.." "Papa sudah pulang"?? "er..... Tuan belum pulang tuan muda"? "Belum pulang?? pukul berapa sudah sekarang"?? Maria yang ingin keluar dari kamar Mikael tiba-tiba terhenti apabila Mikael memanggil namanya. Maria sangat berharap Mikael tidak akan bertanyakan soal Ayahnya. Walaupun Mikael sering berkelahi dengan ayahnya. Tetapi Mikael tetap menyayangi ayahnya. "Tuan muda... sebenarnya tuan berada di rumah sakit.." "Rumah sakit mana. ?? Aku akan segera ke sana.." "Jangan tuan muda.. Sekarang sudah lewat malam.. Esok pagi sahaja tuan pergi ke sana". " Berani kau menghalang ku Maria... Kau sudah berani memerintahku Maria..!!" "Tidak tuan.. saya tidak berani.." Mikael yang masih lemah tetap mencoba untuk bangun untuk pergi melawat ayahnya yang berada di rumah sakit. Tetapi Maria tetap menghalang perbuatan Mikael itu. Maria bernasib baik kerana Mikael masih dalam keadaan sakit. Jika tidak, mungkin Maria akan cedera kerna ulah Mikael. Suara Mikael yang berteriak itu membuatkan Nara keluar dari kamarnya. "Kamu sudah sadar sayang.... Maria.. kamu boleh keluar.. Ada apa sayang .. Kenapa kamu marah-marah?" Nara berkata dengan lembut bila berhadapan dengan anak semata wayangnya. "Ma.. aku ingin ke rumah sakit melihat kondisi papa ma.." "sekarang sudah pukul berapa sayang.. kamu kan masih belum sihat.. muka kamu juga masih pucat... Kali ini kamu dengar kata mama ...baleh kan sayang.." " Papa kenapa ma masuk rumah sakit?" "Em. papa terkena sarangan jantung.." "Apa???? ini semua salah aku ma.. Kalau aku ngak ke perusahaan, mungkin semua ini tidak akan terjadi kepada papa.." Nara memeluk Mikael untk menenangkannya.. "Ngak perlu salahkan dirimu sayang.. Kita doakan papa cepat sembuh ya..Sekarang kamu tidur.. Esok pagi kita ke rumah sakit melihat kondisi papa ya.. "Ma.. bagaimana dengan perusahaan ma??" "Esok sahaja kita bincangkan hal itu sayang.... " " Baiklah ma.. ma.. sepertinya kamu pakai perfume bau yang berbeda.." " Ngak kok ... Mama masih pakai perfume bau yang sama.. Mungkin kerna kamu masih sakit.. Sekarang kamu istirehat saja ya.. " Baik ma" "Selamat malam sayang" Nara meninggalkan Kamar Mikael dan menuju ke kamarnya. Mikael yang berbaring di tempat tidurnya masih memikirkan sesuatu.. " Adakah ada sesuatu yang mama sembunyikan dariku.. Aku seperti pernah mencium bau perfume itu.." Mikael sangat peka jika ada yang berubah di sekitarnya. Mikael sudah lama curiga dengan ibunya. Tetapi dia hanya berdiam diri. Tapi kali ini ibunya tidak berhati-hati sehingga Mikael dapat menghidu dan merasa curiga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD