Salah Strategi

1274 Words

Bandung bagiku seperti rumah kedua. Di kota ini, aku merasa diterima apa adanya. Memang tak banyak orang, tapi cukup. Setidaknya masih ada yang sayang padaku—bukan karena siapa aku, tapi karena mereka benar-benar peduli. Setibanya di Bandung, aku mengajak Bu Renata untuk beristirahat di hotel terlebih dulu. Tapi beliau menolak, malah langsung mengajak menengok keponakanku yang baru saja melahirkan. Katanya, dia ingin melihat bayi lucu. Dan yang luar biasanya— ternyata beliau sudah menyiapkan kado, padahal aku baru bercerita soal rencana menengok bayi itu saat di perjalanan tadi. “Sayang, nanti Mama boleh nggak gendong dedek bayinya?” “Tentu saja boleh, Ma.” “Soalnya dulu Mama pernah nengok bayi yang baru lahir, tapi waktu minta izin buat gendong, gak dibolehin.” “Memangnya waktu itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD