Daffa sejak tadi berdiri di depan pintu ruang rawat inap Nalaya. Saat hendak masuk, ia mendengar Bita sedang berbicara dengan Nalaya. Sulit, satu kata yang menggambarkan cara mendekati Nalaya. Gadis yang saat ini sudah tampak lebih sehat itu secara tidak langsung menolak Daffa dengan tegas. "Emang nggak boleh kalo kita semua sodaraan gitu? Kita manusia sama-sama makan nasi. Bisa 'kan jadi sodara?" tanya Daffa berusaha bersikap seolah sedang baik-baik saja. "Mas Daffa dengar obrolan kita?" Bita melirik ke arah Nalaya yang saat ini tampak menatap tajam pada Daffa. "Dengar, hanya sebatas saat Nalaya mengatakan tentang saudara kandung." Ucapan Daffa jelas membuat Nalaya tidak enak hati. Nalaya yakin jika Daffa mendengar semua obrolannya. Tidak hanya bagian akhir saja, tetapi semua. Entah b

