"Aku juga berpikir hal yang sama, Pa!" Faida mengungkapkan kecurigaannya. "Siapa yang kau suruh melakukan penyelidikan? Kenapa lama sekali?" tanya Afandi dengan nada geram menatap putranya dengan mata tajam. "Aku menyuruh oskar, Pa. Baru kemarin aku memberikan perintah, semoga saja hari ini ada hasilnya," jawab Danis menatap takut ke arah papanya. "Dasar bod*h!" Afandi benar-benar kesal karena kelakuan putranya. Di saat suasana mencekam dengan keheningan diantara tiga orang itu, ponsel Danis tiba-tiba saja berdering. Membuat tatapan kedua orang tuanya beralih padanya. Ia kemudian mengambil ponsel dari saku celana yang ia kenakan. Melihat nama asistennya, membuat dadanya berdebar semakin tak karuan. Danis mengangkat panggilan itu sedikit menjauh dari orang tuanya. "Katakan, Oskar!" D

