Bab. 16. Kemarahan Orang Tua Danis.

1614 Words

"Cepat ceritakan, kenapa Amera memutuskan pergi dari sini tanpa pamit kepada kami?" Afandi menatap dalam ke arah mata Danis. Lelaki paruh baya itu marah saat istrinya memberitahu kalau Amera pergi meninggalkan rumah sejak kemarin. Anehnya lagi, gadis itu tidak memberitahu kepergiannya kepadanya. "Oskar memberitahuku kalau Amera pamit ke Paris. Karena ada rapat, ponselku sengaja aku silence. Jadi, aku tak mendengar saat dia menelpon." "Amera juga tidak bicara langsung kalau dia akan pindah. Padahal, dia setiap hari bertemu denganku. Saat dia pergi, memilih pindah ikut bibinya, aku pun kaget," jawab Danis. "Yakin, kamu tak membuat kesalahan secara nyata terhadapnya?" Afandi masih tak percaya dengan penejelasan dari putranya. Dia akan menunggu Amera menghubunginya atau istrinya. Karena n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD