Bab. 15. Danis merasa Kehilangan.

1443 Words

"Amera ...?" Citra memanggil nama keponakannya karena tak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. "Ah, i-itu, Bi, aku hanya berpikir kalau aku terus tinggal di sana, tidak membuat nyaman paman?" "Dia berhak bahagia, kalau aku terus bersamanya, dia tidak akan fokus ke masa depannya," jawab Amera. Citra mengangguk paham atas jawaban Amera. Karena Danis sudah dewasa dan butuh privasi agar tak terus menerus mengurus keperluan Amera. "Kau benar, Sayang. Danis berhak bahagia, apalagi, kalian memang bukan saudara, hanya orang tuamu dulu bersahabat dengan keluarga lelaki itu." "Lalu, apa kau juga berpamitan dengan kedua orang tua Danis?" Amera menatap bibinya, lalu menggeleng sebagai jawaban. "Kau harus menelponnya nanti saat kamu sudah siap berhadapan dengan orang tua Danis," ucap Citra.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD