Bab. 14. Benar-benar Pergi.

1454 Words

Amera tiba di Bandar Udara Paris Charles De Gawlle, setelah menempuh perjalanan enam belas jam lebih. Jam satu tiga puluh dini hari, gadis itu sampai di rumah bibinya. Citra dan suaminya menjemput ke bandara, keduanya menyambut baik kedatangan sang keponakan. Jika saja kehidupan Citra sudah layak sejak kakaknya meninggal, tentu Amera tidak akan ikut keluarga Afandi. "Istirahatlah, Amera. Anggap saja ini rumahmu sendiri," ucap Citra menatap penuh sayang kepada keponakannya. "Terima kasih, Tan!" Amera berharap, kebaikan bibinya bukan ilusi semu yang berujung mengecewakannya nanti. "Kau sudah makan? Kalau belum, bibi akan hangatkan lauk untukmu," ucap Citra. "Jangan repot-repot, Bi. Aku sudah makan saat di pesawat. Lalu aku juga membeli makanan, saat di badara sambil menunggumu datang,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD