Bab. 22. Permintaan Maaf Danis.

1296 Words

Amera benar-benar tak mau ikut berkumpul di ruang tamu. Dia mengabaikan panggilan Afandi maupun Faida. Rasanya dia tak sanggup jika ada Danis di sana. Tatapan dingin dan ucapan yang menyakitkan masih saja terngiang dalam pikirannya. "Tidak perlu di jelaskan pun, kita tahu, kalau Amera begitu membencimu, Danis," ucap Afandi. "Lalu aku di suruh ke sini untuk apa, kalau dia tak mau bicara padaku, Pa?" tanya Danis menatap papanya dengan wajah kesal. Bugh! Tiba-tiba kepala Danis dipukul dengan bantal sofa oleh mamanya. "Apaan sih, Ma?" Danis mengusap kepalanya. "Kamu ini kaya enggak punya ot@k buat mikir saja. Cari cara agar dia mau diajak ngomong," ucap Faida menahan kesal. "Sekarang temui Amera di kamarnya!" titah Afandi sambil memberikan isyarat dengan mengangkat dagunya ke arah kamar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD