Pagi ini, Amera sarapan seperti biasa, bersama Danis tanpa suara. Tak ada obrolan atau saling sapa seperti dulu, semua berubah hambar bak nasi goreng tanpa bumbu. Namun, Amera tetap menikmati sarapan pagi itu dengan nikmat. Karena hari ini, adalah kesempatan terakhir, sebelum ia berpisah dengan pamannya. Danis menyudahi kegiatan sarapannya, ia lalu kembali naik ke lantai atas untuk bersiap kerja. Sedangkan Amera memilih duduk di meja makan, dia memesan agar dibuatkan teh hijau kepada asisten rumah. Semua sudah ia kemas sedemikian rupa, barang yang tak ia bawa ke Paris pun, sudah diambil Santi kemarin sore. Tak ada lagi yang tertinggal, melainkan kenangan yang tak bisa ia lupakan. Amera harus mengubur rasa cinta untuk pamannya, karena lelaki itu tak ada rasa lebih selain sebagai orang as

