"Di mana tempat duduknya?" tanya Danis sambil membuka matanya lebar karena tak kunjung menemukan keberadaan Amera. Detik berlalu, akhirya Danis menemukan Amera yang duduk di meja paling belakang. Keadaan yang cukup ramai karena jam makan siang, membuat lelaki itu kesusahan menjangkau wanita yang hari ini berdandan sedikit di luar batas. Namun, setelah dia melihat wanita yang dicari menggunakan blazer, Danis menghembuskan nafas lega. Lelaki itu akan mencari tempat duduk yang bisa mengawasi keponakannya dari jauh. Setelah mendapatkan tempat duduk, dia memesan makan siang. Danis tidak cukup selera untuk makan. Hanya saja, dia juga tak bisa asal menemui Amera. Lelaki tampan itu berpikir, kalau dia bertindak gegabah, wanita itu akan marah. Harapan untuk kembali sulit di dekati terbuka lebar.

