"Astaga, kenapa aku tak mampu menolak apa pun yang dia lakukan pada tubuhku?" Amera hanya bisa duduk dengan pikiran kacau akibat perlakuan Danis yang secara tiba-tiba terus membuat jantungnya tidak sehat. "Aku takut, dia akan semakin membuat aku tak berkutik dan bisa melakukan hal yang lebih menakutkan." Amera mulai teringat dengan beberapa kejanggalan yang terjadi di beberapa malam ini. "Apakah yang aku anggap mimpi sebenarnya hal yang nyata?" Untuk beberapa saat wanita itu berpikir, "Ah, tidak. Pasti semu hanya imajinasiku saja." Merasa kesal dengan perasaannya yang sudah tidak stabil gara-gara pamannya. Amera meninggalkan ruang makan. Dia ke dapur meminta asisten rumah untuk membuatkan teh hijau. "Mbak, tolong buatkan aku teh hijau ya!" "Siap, Nona." Amera berjalan menuju ru

