1 dari 5 · Emotional VampireSi Pencuri Energi🩸 LENA MAHARANIdari seri: Orang-Orang yang Menguras
✦ ✦ ✦
Awalnya, aku merasa beruntung memiliki Lena sebagai sahabat.
Ia selalu ada. Selalu menelepon tepat saat aku hampir tertidur. Selalu muncul di depan pintu kosanku dengan mata merah dan cerita baru yang lebih menyedihkan dari minggu lalu.
"Kamu satu-satunya yang mengerti aku, Ra," katanya suatu malam, ketika jam di dindingku menunjukkan pukul dua belas lewat. Ia baru saja diputus pacarnya — pacar yang keempat tahun ini.
* * *
Aku memasak mi instan untuknya. Mendengarkan. Mengangguk. Memeluknya ketika ia menangis.
Tapi ada yang aneh.
Keesokan harinya, ketika aku cerita bahwa aku gagal seleksi kerja yang sudah kupersiapkan tiga bulan, Lena berkata, "Ih, itu sih belum seberapa. Kamu tahu nggak, tadi pagi mantan aku posting foto sama cewek baru…"
* * *
Aku diam.
Dan aku terus diam setiap kali hal serupa terjadi.
Setiap kebahagiaanku selalu kalah dramatis dengan kesedihannya. Setiap pencapaianku selalu ada yang lebih mendesak untuk dibicarakan. Setiap kali aku bilang aku lelah, ia akan menjawab, "Kamu? Coba jadi aku dulu."
* * *
Lena tidak jahat.
Itu yang membuatnya berbahaya.
Ia tidak pernah berteriak. Tidak pernah mengancam. Tidak pernah menghina. Ia hanya selalu membutuhkan — lebih dari yang bisa diberikan siapapun. Dan entah bagaimana, itu selalu terasa seperti kesalahanku.
* * *
Suatu hari, aku tidak mengangkat teleponnya.
Bukan karena aku sibuk. Bukan karena sinyal jelek. Tapi karena nama "Lena" di layar HPku tiba-tiba terasa seperti tagihan yang tidak sanggup kubayar lagi.
Aku meletakkan HP itu menghadap meja. Menatap langit-langit. Dan untuk pertama kali dalam dua tahun, aku tidur pukul sepuluh malam.
Besoknya, Lena mengirim pesan: "Aku meneleponmu 7 kali kemarin. Aku hampir mati sendiri di sini dan kamu nggak angkat. Sahabat macam apa kamu?"
* * *
Aku membacanya. Menutupnya.
Dan baru kusadari — selama dua tahun, tidak pernah sekalipun Lena mengirim pesan: "Kamu baik-baik saja?"
Tidak pernah.
Tidak. Pernah.
📎 Catatan Psikologi
Pola yang terjadi dalam cerita ini disebut 'Emotional Vampirism' — kondisi di mana seseorang secara konsisten menguras energi emosional orang lain tanpa memberikan keseimbangan timbal balik. Ini bukan kejahataan. Tapi ini juga bukan persahabatan yang sehat.