Apa sebenarnya yang dia Mau

892 Words
pikiranku masih tertuju pada perkataan orang orang yang menganggap aku memanfaatkan kak Bara... tiba tiba ada chat masuk {Ting !} {Vika cantik aku tunggu kamu di kantin sekarang ya} chat itu dari kak Bara... agak lama aku hanya menatapnya {Ting!} {kok di read doang sih cantik, kamu gak mau ketemu sama aku?} chat nya kembali masuk ... {apa aku ada salah sama kamu cantik?kasih tau dong kalo kamu memang marah, atau aku punya salah sama kamu cantik, jangan diemin aku kayak gini, ini begitu menyiksa buat aku cantik} chat nya lagi lagi masuk sebelum aku balas. (kak Bara nanti aku kesana ntar lagi, masih nyelesaikan tugas) ku balas chat kak Bara dan kembali ada chat masuk (?) emoticon lucu bermata love aku segera beranjak menuju kantin supaya kak Bara gak curiga dan gak nanya mavem macem... begitu dekat dengan kantin aku melihat kak Bara lagi ngobrol sama ka Sonya fan beberapa temannya. aku langsung menghentikan langkah dan berniat untuk berbalik keluar dari kantin, tp keburu di lihat oleh kak Bara dan sontak langsung dipanggilnya namaku oleh kak Bara " Vik .... Savika .... di sini cantik duduknya" ucapnya sambil melambaikan tangan, langsung dapat kulihat betapa tajam tatapan mata kak Sonya yang menatap ke arahku berdiri sekarang ini.. bagaimana tidak, tadi pagi mereka sudah memberikan ancaman padaku untuk menjauhi kak Bara, tp nyatanya sekarang aku akan menemuinya, huft .... entahlah aku tidak memahami apa yang ada didalam kepala ku dan kepala mereka semua... kak Bara sudah ada di depanku dan menggandengku ke meja nya bersama kak Sonya yang kulihat tadi... " Son ini adalah cewek yang gua taksir, loe gak bisa maksain gue buat suka sama loe, sejak awal gue anggap loe sebagai teman baik gue, tapi gue gak nyangka loe jahat sama dia" ucap kak Bara sambil menunjuk ke arahku... aku gak tau apa maksudnya ini semua. tapi yang pasti smua ini ada hubungannya dengan aku " cinta itu gak bisa dipaksain Son, kalau toh ada yang memaksakan cinta gue yakin itu bukan cinta, tapi obesesi. gue harap loe tahu dan paham, jangan gangguin dia lagi, ato gue gak akan anggap loe temen baik gue lagi" ucap kak Bara sambil meraik tanganku dan memintanya duduk di sebelahnya... aku hanya diammembisu tak berucap satu kata pun, mereka .... kak Sonya dan teman temannya masih memandangku dengan sinis dan menakutkan.... akhirnya mereka semua pergi begitu aku duduk bersama kak Bara.... " ingat ya Bar, hati yang sakit bisa melakukan apa pun untuk membalas dendam" ucap kak Sonya sambil berlalu dari hadapan kita... aku menatap kak Bara, namun lagi lagi hanya di balas dengan senyuman dan menepuk bahuku.. " udah gak usah pikirin mereka, cukup pikirkan tentang kita, okey cantik" ucap kak Bara "emmm ..... kak .... kak Bara,,,apa kakak merasa aku memanfaatkan kakak dengan kedekatan kita apa menurut kakak aku cewek kayak gitu kak?apa kakak merasa aku numpang tenar sama kakak yang merupakan orang tenar di sekolah? apa kakak Merasa kalo aku ini benalu buat kakak? apa ..... hiks ...... hiks" ucapku terhenti karena isakan tangisku " Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan karena menurut aku Aku tidak pernah memanfaatkan kebaikan kakak, dan aku juga selalu menganggap Kakak adalah sahabat terbaik aku, tapi kenapa mereka menganggap bahwa wa aku memanfaatkan Kak Bara untuk menaikkan popularitas ku dan memanfaatkan ketenaran kakak untuk mendompleng ketenaranku." ucapku pada kak Bara masih dengan isakanku " Siapa yang bilang kayak gitu ke kamu ? aku nggak pernah menganggap seperti itu, Aku sayang sama kamu itu tulus dari hati aku dari semenjak kita kecil hingga sekarang perasaan yang aku punya tidak pernah berubah sedikitpun, bahkan setelah kita ketemu lagi perasaan itu semakin tumbuh besar dan hingga sekarang ini, kamu nggak usah pikiran orang lain selama kita tidak merugikan orang lain ya nggak usah dipedulikan karena toh mereka bukan apa-apa kita, kecuali kalau orang tua kita atau orang terdekat kita yang memberitahu mungkin kita masih bisa untuk memikirkannya tapi kalau orang lain yang tidak ada hubungannya dengan kita ya dibiarkan saja enggak usah diurusin nggak usah dipikirkan biar nggak jadi beban. mungkin mereka iri dengan kedekatan kita sehingga mereka membuat cerita-cerita yang nggak benar, Yang penting kamu percaya sama aku dan aku percaya sama kamu kalau kamu nggak mungkin akan berbuat seperti itu, so Nikmati aja apa yang kita punya sekarang yang dan nggak usah memikirkan orang lain" ucap kak Bara panjang lebar. di samping kantin di meja yang lain ada Cynthia dan Devi yang memperhatikan kita berdua ketika ngobrol, kemudian mereka menghampiri aku dan kak Bara yang sedang duduk di taman dekat kantin. Kak Bara bilang kalau teman-temanku sedang menuju ke sini ini ke tempat kita duduk berdua. kemudian Aku menoleh kebelakang dan melihat mereka berdua berjalan ke arahku sambil Melambaikan tangan, Cynthia dan Devi langsung bertanya kepada Kak Bara begitu melihat kalau aku habis menangis. " wah kak bara, kenapa nih temenku Vika sampai nangis kayak gini kakak apain sih? kasihan tahu anak orang kok di bikin nangis kayak gini ! Ntar Tak aduin ke orang tuanya Vika loh kalau nggak Bara jahatin vika. " ucap Devi pada Kak Bara. " enak aja, enggak ku apa-apain kok tadi cuma ada sedikit salah paham aja jadinya Vika nangis tapi bukan gara-gara aku kok kalau pun gara-gara aku, aku pasti akan tanggung jawab Jadi kalean berdua enggak usah khawatirin Vika ok! ". Oke kita percaya kok sama Kak Farah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD