Pemuda itu damai melanjutkan ceritanya, “Mama sudah seperti anak tunggal. Saudara Mama yang pindah ke Swiss tuh, benar-benar tidak mau lagi berurusan dengan bisnis keluarga. Paman Yoris memulai bisnisnya sendiri di Swiss." “Beruntung ada Papa yang bantuin Mama. Waktu itu aku masih kelas satu SMP saat diminta untuk mulai training, sering marah-marah tiap Kakek ngajak ke kantor. Hm. Tidak tahunya.” “Maaf. Aku nggak tahu.” Elsa memeluk Adam lagi, merasa bersalah sudah berpikir kekanakan. Adam mengeluarkan diri dari pelukan Elsa, mengecupi bibir Elsa sampai gadis cantik itu berhenti bersedih. “Setelah ketemu kamu, motivasi Kakak kerja berubah. Tidak hanya untuk keluarga, tapi juga untuk kamu. Biar nanti kamu bisa melakukan semua yang kamu. Terserah mau ngapain. Nggak akan ada yang bisa hen

