Yang tadi Elsa pikir dekat, rupanya lumayan jauh. Lokasi pantai jauh dari pusat kota. Sampai di sana pun, Elsa tak berani menemui mamanya. Keluarga mamanya dan calon besan tengah berbahagia makan bersama di sebuah gazebo. Elsa berdiri di antara kerumunan, melihat dari jauh dengan hati yang teremas-remas. “Aku ingin ikut juga makan bersama.” Elsa mengusap air matanya. Sedih memvideo. ‘Drrt. Drrt.’ Panggilan masuk dari Adam. Elsa sedih terpaksa menyudahi rekaman videonya. “Ada apa, Kak?” tanya Elsa murung. Minggir dari kerumunan. Duduk jauh seorang diri di bawah baliho. “Katanya Adek mau jemput?” “Jemput apa?” “Aih. Kan katanya mau jemput Kakak di bandara.” “Huh?? Iya ya. Aduhhh. Lupa aku, Ka. Bentar ya, aku otw.” “Nggak usah lah kalau memang belum berangkat.” “Oh ya? Maaf ya, Kak

