104. LDR

1751 Words

“Ckckck. Oke deh. Lihat baik-baik, ini yang biasa Kakak pakai buat masukin kamu.” “Eih, Kakak nih.” “Hahaha.” Yang terlihat di kamera hanya bagian pinggul saja, tangan Adam terlihat santai melepas sabuk, kemudian resleting celananya. “Eh! Udah kelihatan!” bilang Elsa senang. “Aku dulu jarang lihat bagian bawahnya cowok lho, Kak, tapi sekarang jadi pengen lihat buat nge-cek-” “Ngecek apa?” Wajah Adam ter-zoom jelas di depan layar. “Eheheh. Nggak jadi.” Adam menatap kesal ke kamera. “Jangan kepikiran untuk lirik-lirik cowok lain, Elsa. Cukup sama aku aja. Punyaku juga lumayan. Nggak terlalu besar juga nggak terlalu kecil. Pas lah.” “Gitu ya?” “Emang Adek rasainnya gimana? Nyaman kan? Pas kan, saat Kakak masuki?” “Aish. Bahasan Kakak mah.” Adam menegakkan tubuh. Memperlihatkan kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD