Gadis berseragam biru dongker itu berjalan mondar-mandir di depan jendela. Di pikirannya sibuk dengan chat dari Redo barusan. Sayang? Entah cowok itu hanya bercanda atau tidak. “Ck! Maksudnya apa, sih!!” Ayesha menghentikan langkah kemudian membaca pesan beruntun dari Redo. Dia bingung harus menjawab apa, karena itu dia belum juga membalas. Di saat sedang menatap ponselnya, nama Nala muncul. “Halo,” jawabnya cepat. “Lo ngapain telepon gue?” Suara Nala terdengar serak. Ayesha berjalan ke ranjang dan mengempaskan tubuhnya di sana. Dia menatap langit-langit kamar yang masih gelap itu. “Lo, kan, lebih pengalaman sama urusan cowok. Gue... .” “... lo ditembak Redo?” tebak Nala cepat. “Ish! Dengerin gue dulu,” geram Ayesha. “Tadi Redo nge-chat gue. Intinya gue disuruh ngomong sayang. Gue ng

