[14] Setelah Menghilang

1982 Words

“Aw!! Aw!!” Redo baru saja bangkit tapi kepalanya terasa berat. Dia kembali duduk sambil memijit kepalanya yang berdentum. Mungkin ini efek pukulan Fadi kemarin, ditambah kemarin dia tidak makan sama sekali. “Mas Redo.” Suara serak itu membuat Redo langsung menoleh. Di dekat pintu, Bik Yem berdiri dengan nampan di tangan. Redo seketika membuang pandangan, kecewa dengan wanita itu. “Keluar!” perintahnya. Bukannya menurut, Bik Yem justru mendekat dan duduk di ujung ranjang. “Maafin bibik, Mas. Kemarin bibik bohong.” Tidak ada tanggapan apapun dari Redo. Dia sangat kecewa ke wanita yang mengurusnya sejak kecil itu. Ternyata semua orang di rumahnya hanya patuh dengan mama dan papanya saja. Semuanya tidak ada yang bisa dipercaya. “Bibik khawatir Mas Redo nggak pulang. Waktu nyonya nyuruh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD