“Please, Kak. Gue perlu ngomong sama Ayesha. Gue sayang banget sama dia.” Afisha mengernyit melihat Redo yang seperti orang bingung itu. Dia baru saja dari perpustakaan kota lalu mengerjakan tugas di kafe. Dia tidak menyangka saat pulang melihat Redo sedang berdiri di depan rumahnya. “Lo ngapain adek gue?” tanya Afisha sambil melipat kedua tangan. Redo mengernyit, merasa Afisha cukup tahu tentang dirinya. “Akhir-akhir ini gue jarang hubungi Ayesha. Ponsel gue masih disita dan gue ada masalah sama keluarga gue,” jawabnya. “Please, Kak, percaya sama gue.” Raut Afisha terlihat tidak bersahabat. Dia tidak mudah percaya begitu saja kepada orang, tapi melihat wajah memohon Redo dia seolah ingin percaya hal itu. “Ya udah lo perlu bantuan apa?” “Gue pengen ketemu Ayesha,” jawab Redo dengan wa

