Fahran tertawa kecil lalu bersedekap d**a. "Tenanglah, tidak ada yang terjadi. Dia hanya perlu waktu untuk merenungi apa yang telah terjadi. Dan untuk itu, jangan mengganggunya." Reza semakin dibuat bingung oleh Fahran. Ia tidak tahu mengapa pria itu begitu berbeda sekarang. "Bukan itu maksudku! Aku justru bertanya padamu. Apa yang terjadi padamu sehingga menjadi seperti sekarang ini?" "Aku tetaplah Fahran yang dulu. Hanya kekhilafan yang kuhapus dari hidupku agar dapat menjalani kehidupan tanpa bayang-bayang dari masalah orang lain. Mungkin sudah waktunya aku kembali mencari kebahagiaanku sendiri setelah membantu menemukan kebahagiaan untuk orang lain. Aku juga berhak bahagia, bukan?" Reza mengangguk setuju. “Maka dari itu, aku memutuskan untuk menerima proyek kerja di Kanada untuk memb

