36

923 Words

Sejak Vanessa diperbolehkan pulang, setiap malam, ia selalu mengigau, berteriak, terbangun dari tidurnya, dan tiba-tiba menangis. Semua orang berusaha menghiburnya agar terus tidak terpuruk. Fahran yang baru saja tiba di rumah Vanessa langsung bergegas ke taman belakang rumah. Pemandangan yang sama ia saksikan setiap hari selama hampir tiga bulan dan entah kapan akan berubah. Ia sandar di dinding, bersedekap d**a, dan melihat Vanessa yang sedang bersila panggung sambil menangis. Ia merasakan sakit tatkala melihat kondisi Vanessa yang sangat terpuruk karena kehilangan calon buah hati yang bahkan tidak ada yang menyadari kehadirannya. "Vanessa, sampai kapan kamu mau begini? Tidakkah kamu tahu kalau Allah selalu memberi ujian pada siapa pun untuk merasakan kehilangan agar seseorang itu dapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD