16

1768 Words

Entah karena apa, Reza mendadak demam hingga membuat Arini panik. Ia panik karena melihat putranya selalu muntah di pagi hari dan di setiap mencium segala benda yang berbau wangi. Terkadang ia merasa kesal karena Reza tak segan untuk meminta hal aneh yang harus dituruti, jika tidak mendapatkannya, maka ia akan berpura-pura marah. Jika ada Vanessa, pasti ia akan direpotkan oleh tingkah Reza yang seperti anak kecil ketika sedang sakit. Ah, mengingat Vanessa membuat Arini merindukan menantunya yang satu itu. Andai saja Reza tidak pernah melakukan hal yang di luar batas, Vanessa tidak akan pergi meninggalkan semua orang. "Mama!" Mendengar panggilan Reza, Arini langsung menuju kamar Reza untuk melihat apa yang dibutuhkan bayi besarnya. "Ada apa?" tanya Arini saat tiba di depan pintu sambil be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD