18

1354 Words

Di sebuah perusahaan yang telah berdiri beberapa belas tahun yang lalu, Reza berjalan dengan setelan kantor seperti biasa, tetapi kali ini dengan wajah pucat pasi. Kesehatannya belum sepenuhnya pulih dan ia memaksakan untuk bekerja agar bisa sedikit melupakan permasalahan yang ia hadapi jika disibukkan dengan pekerjaan yang menunggunya. Ia berjalan melewati beberapa kubikel karyawan dengan tatapan dingin. Setelah ditinggal sang istri, ia menjadi sosok yang lebih dingin dari biasanya. Jika saja dia berada di sini bersamanya, mungkin ia akan menyuguhkan senyum semringah pada semua karyawan. Begitu tiba di ruangannya, Reza langsung membuka jas dan menyampirkannya di bahu kursi kemudian duduk. Ia memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit kepalanya. Beberapa hari belakangan, ia sudah tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD