Makan siang di rumah

986 Words
Sementara itu di ruangan kerja milik Lucha. Lucha dan Mike terlihat tengah terdiam, melamun dalam pikiran masing-masing. "Apa kau berbuat salah dengan Tuan, Mike?" Tanya Lucha menatap curiga kearah Mike, mendengar itu lelaki yang kini tengah berusaha menumbuhkan jenggotnya itu dengan cepat menggeleng "Aku sama sekali tidak berbuat kesalahan apapun pada Juan hari ini," jawab Mike "Aku tadi pergi ke ruangannya karena ingin menyerahkan ini," Mike mengangkat dokumen di tangannya "Tapi begitu tiba di ruangannya tiba-tiba Juan menatapku seperti sedang menatap masang, melihat itu aku refleks berlari keluar untuk menyelamatkan diri." Jelas Mike sebelum kemudian menoleh kearah kiri dan menjerit seraya beranjak dari tempat duduknya lalu berlari ke belakang sofa yang didudukinya itu setelah melihat Juan sudah berdiri di samping kirinya, entah sejak kapan Juan masuk ruangan milik Lucha sampai baik Mike dan Lucha tak ada yang menyadarinya. Lucha spontan berdiri memasang wajah datarnya meskipun dia sempat tersentak kaget sebentar begitu melihat sosok Juan yang tidak dia ketahui entah sejak kapan lelaki itu tiba diantara dirinya dan Mike. Juan terlihat sedikit tersenyum rupanya efek video yang dikirim Velly masih membekas dalam pikiranya. "Ayo! Kita pergi makan siang," ajak Juan membuat Mike dan Lucha saling menatap bingung. "Juan, apa itu kau?" Bukanya menjawab ajakan dari sang sepupu, Mike justru melontarkan pertanyaan yang menurut Juan sangatlah konyol. "Iya ini aku, memangnya kau pikir siapa lagi?" Jawab Juan seraya menyerengit bingung melihat tingkah Mike "Ayo! Kita pergi cari makan," ajak Juan kembali dan meski ragu Mike serta Luchapun mulai beranjak dari tempat mereka masing-masing untuk berjalan menuju ke tempat parkiran perusahaan Hose group. Dalam mobil Mike memilih untuk duduk di samping Lucha yang akan menyetir ia sengaja membiarkan Juan duduk sendiri di kursi penumpang bagian belakang karena Mike takut kalau-kalau Juan akan menerkamnya tiba-tiba jadi sebelum itu terjadi ia lebih baik menghindarinya. Dalam mobil Juan duduk dengan tenang sembari membaca dokument yang diberikan Mike padanya yang berisi informasi pribadi milik Nhosa baik hal penting hingga hal kecil sekalipun. Beeerr!... Suara getar ponsel milik Juan, dengan cepat ia meraih ponsel pintar berwarna navy yang ada di saku celana itu. 'Vellynesia_Sccote' mengunggah sebuah foto' bunyi notif yang masuk dalam ponsel milik Juan. Juan dengan cepat mengklik notif tersebut yang langsung menampilkan foto Velly dan Nhosa yang sama-sama tersenyum cerah kearah kamera 'Hari terakhir kebersamaan kami, sebelum sahabatku ini pergi ke Kota A' bunyi caption yang ada di foto tersebut, membuat Juan tersentak "Oh! Jadi dia akan datang besok." Pikir Juan "Andai aku tahu dimana dia akan tinggal aku pasti akan menemuinya dan mengajaknya kembali berdebat." Pikir Juan kembali sebelum matanya melotot dengan bibir sedikit tersenyum "Kenapa aku begitu bodoh," gumam Juan Pelan membuat Mike segera menoleh kearahnya "Mama pasti masih berkomunikasi dengan Tante Linda, aku yakin Mama pasti tahu dimana Nhosa akan tinggal." Pikir Juan lalu menatap Lucha yang saat itu sedang fokus menyetir. "Lucha, ayo kita pulang, aku ingin makan di rumah." Ucap Juan "Tumben," pikir Mike begitupun dengan pikiran milik Lucha namun keduanya tidak ada yang berani bertanya. "Baiklah Tuan," sahut Lucha lalu mulai berputar arah mengambil rute jalan pulang menuju kediaman Hose. Juan mengambil ponselnya lalu mencari nomor kediamannya kemudian mengarahkan ganggang telpon kearah telinganya setelah saluran telponnya tersambung. Tak beberapa lama menunggu, panggilan telpon Juanpun dijawab oleh kepala pelayan di rumahnya yaitu Simon. "Hallo, Disini Simon dari kepala pelayan keluarga Hose ada yang bisa dibantu?" Ucap Simon menjawab panggilan telpon yang terdengar oleh Juan. "Simon?" "Iya Tuan," jawab Simon dengan nada takzim "Apa Mama ada di rumah sekarang?" Tanya Juan "Iya Tuan, Nyonya Rose sedang ada di rumah sekarang." Jawab Simon "Baiklah kalau begitu, katakan pada Mama aku akan makan siang di rumah bersama dengan Mike dan Lucha. Tolong siapkan makan siang untuk kami Simon." Ucap Juan "Baiklah Tuan," balas Simon sebelum panggilan telpon akhirnya terputus. Sementara itu, di kediaman Hose, Nyonya Rose terlihat sibuk memerintah beberapa pelayan untuk memberishkan kamar yang nantinya akan ditempati oleh Nhosa. Nyonya Rose saat ini sangat senang setelah mendapat kabar dari Nyonya Linda bahwa Nhosa akan tiba di Kota A besok. "Aaah!... Aku sudah tidak sabar menanti kedatangan anak perempuanku." Ucap Nyonya Rose senang. Nyonya Rose pasalnya sangat menyayangi Nhosa saat Nhosa kecil, Dulu Nyonya Rose dan Nyonya Linda berbarengan hamil, saat itu Nyonya Rose mengandung adik perempuan dari Juan namun karena sebuah insiden membuat Nyonya Rose harus kehilangan bayinya yaitu adik dari Juan, kehilangan bayi perempuannya membuat Nyonya Rose sedikit murung dan selalu menangis bahkan nyaris depresi namun beberapa hari kemudian Nyonya Linda melahirkan Nhosa, melihat bayi perempuan milik Nyonya Linda membuat Nyonya Rose bahagia ia dapat melihat sosok pengganti bayi perempuannya di diri Nhosa, sejak Nhosa lahir hingga berusia delapan tahun Nyonya Roselah yang membantu merawat dan menjaga Nhosa namun mereka harus terpisa saat Tuan Daniel Morries Ayah dari Nhosa pinda kerja ke sebuah desa yang saat ini ditinggali Nhosa dan keluarga, awalnya Nyonya Rose sangat sedih namun Nyonya Linda berjanji akan mengirimkan video dan foto tumbuh kembang Nhosa setiap hari hal itu membuat Nyonya Rose sedikit terhibur, dan sekarang saat mendengar kabar Nhosa akan tinggal bersamaanya Nyonya Rose sangat senang bukan kepalang. "Nyonya?" Panggil Simon membuat Nyonya Rose tersentak dari lamunannya "Ada apa Simon?" Tanya Nyonya Rose setelah menolah menatap kearah Simon "Tuan dan Tuan Mike serta Tuan Lucha akan makan di rumah siang ini." Jawab Simon membuat Nyonya Rose terkejut "Benarkah?" Tanya Nyonya Rose berusaha meyakini dan Simonpun mengangguk membenarkan "Waah!" Nyonya Rose berseru senang, pasalnya setelah Juan mengambil alih perusahaan sejak Ayahnya meninggal tiga tahun lalu Juan sama sekali belum perna makan siang di rumahnya, dan hari ini Nyonya Rose kembali dibuat senang mendengar kabar Juan akan makan siang bersamanya. "Kalau begitu siapkan makan siang secepatnya, hidangkan semua menu makanan kesukaan Juan, Mike dan juga Lucha." Titah Nyonya Rose dengan mata berkaca-kaca karena selama ini dia nyaris tak memiliki waktu siang bersama sang buah hati membuatnya merasa kesepian tapi siang ini Juan, Mike dan Lucha akan makan siang bersamanya hal itu tentu membuatnya sangat bahagia. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD