Setelah selsai melakukan rapatnya, kini Juan melangkah dengan terburu menuju ruangannya diikuti oleh Lucha yang mengekor di belakang sembari memegang dokumen kesimpulan hasil rapat hari itu.
Tiba di dalam ruangan, Juan langsung mendudukan tubuhnya diatas kursi kebesarannya selaku CEO, matanya sesekali akan menatap layar ponselnya membuat Lucha menyerengit bingung karena baru pertama kalinya Majikannya itu tidak fokus pada rapat dan lebih mementingkan ponsel pintarnya sekarangpun juga begitu.
Lucha meletakan dokumen diatas meja kerja milik Juan sembari berkata "Tuan ini dokumen hasil rapat hari ini."
Juan menatap sekilas kearah dokumen lalu mengangguk "Terimakasih Lucha." Ucap Juan membuat Lucha menundukan kepalanya lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan milik Juan.
Juan kembali melihat ponselnya, ia mencari notif tentang pengunggahan video oleh Velly namun nihil tak ada satupun notif yang masuk di akun flowers friendsnya.
"Dia belum mengungga videonya, apa dia berbohong padaku?" Pikir Juan sebelum kemudian tersentak saat sebuah notif baru masuk ke ponselnya 'Vellynesia_Scotte menandai anda sebuah video' melihat notif itu senyum manis di wajah Juan langsung mengembang, senyuman itu bahkan terlihat menawan.
Saat Juan hendak mengklik video yang diunggah oleh akun bernama Vellynesia_Scotte itu gerakan tangan Juan spontan terhenti begitu Mike menyerobot masuk dalam ruangannya seraya berteriak memanggil nama milik Juan "JUAN!" Teriak Mike lalu spontan memberhentikan langkahnya kala ia melihat wajah Juan yang terlihat geram menatap kearahnya dengan aura hitam disekitarnya.
"Oh!.. Ku rasa aku melakukan kesalahan sekarang," gumam Mike sembari menyengir kuda dan berjalan mundur untuk meninggalkan ruangan milik Juan "Tenang! Tenang!" Ucap Mike pelan kearah Juan sembari mengangkat tanganya layaknya orang yang sedang meminta ampun.
Mike langsung terbirit meninggalkan ruangan milik Juan begitu ia mencapai pintu ruangan dalam keadaan selamat dengan cepat ia menutup pintu itu lalu merosot jatuh ke lantai dengan tangan masih setia memegangi ganggang pintu.
Melihat Mike yang terduduk lemas di lantai membuat Lucha yang baru saja tiba diarea ruangan milik Juan hendak mengantarkan dokumen laporan bulanan perusahaan langsung menyerengit "Apa yang kau lakukan?" Tanya Lucha namun tak ada jawaban dari Mike, lelaki itu masih sibuk menenangkan dirinya "Sejak kapan kau datang?" Tanya Lucha lagi
Mike dengan segera beranjak berdiri menghalau pintu begitu Lucha nyaris membuka pintu itu "Jangan masuk!" pekik Mike membuat Lucha bingung.
"Di dalam ada iblis jadi tak perlu masuk sekarang," ucap Mike memperingati Lucha sebelum kemudian Buuukk!... Sesuatu yang keras menghantam pintu dari dalam membuat Lucha dan Mike langsung tersentak kaget "RIBUT!" Ucap Juan dengan nada sedikit meninggi mendengar hal itu spontan membuat Mike dan Lucha langsung lari kocar kacir menyelamatkan diri mereka, Lucha bahkan harus melupakan niat awalnya ingin menyerahkan laporan bulanan perusahaan yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan dirinya terlebih dahulu karena memang sejak pagi di rapat tingkah Juan sudah mulai aneh.
"Ku bilang juga apa di dalam ada iblis." Keluh Mike ditengah pelariannya dan Lucha hanya mengangguk untuk merespon.
Juan yang ada di dalam ruangannya langsung bernafas lega "Akhirnya tenang juga," ucapnya setelah sempat diganggu oleh kehadiran sepupunya Mike, dan kini ia kembali terfokus pada layar ponselnya.
Tanpa ragu Juan mengklik video yang diungga Velly di akun flower friends. Juan dengan fokus memandangi layar ponselnya.
Video itu menampilkan Velly dengan rambut kriting eksotiknya tengah berjalan keluar rumahnya, di dalam video terdapat sebuah tulisan untuk menerangkan kejadian yang ada di video.
'Jadi gini, temen gue lagi mau belajar buat kue kukus, nah dia minta gue buat datang untuk nyobain kue buatanya' bunyi tulisan yang muncul dalam video.
Video kini beralih ke rumah milik Nhosa terbukti dengan Velly yang masuk ke sebuah rumah seraya memanggil nama Nhosa.
'Keliatannya si Nhosa lagi di dapur deh,' bunyi sebuah tulisa yang muncul dalam video itu kembali.
Kini videopun bergerak menuju dapur "Astaga Nhosa!" Suara Velly terdengar kaget saat melihat dapur berantakan dengan Nhosa yang berdiri tak jauh dari panci.
Melihat adegan video itu Juan dengan cepat mengklik videonya untuk mempause video itu kemudian dengan saksama ia meneliti keadaan dapur "Apa yang terjadi? Apa terjadi gempa bumi disana?" Pikir Juan lalu mengklik video itu kembali untuk melanjutkanya.
"Ya Tuhan Nhosa! Kau sedang masak atau perang?" Juan langsung tertawa mendengar komentar yang terlontar dari mulut Velly yang kala itu sedang merekam videonya.
"Vell," panggil Nhosa dengan wajah datarnya lalu dengan ragu ia mengangkat panci itu "Astaga itu kenapa panci bisa gosong begitu?" Tanya Velly terdengar dari videonya "Nhosa, dimana-mana orang masak itu kalau gosong makananya yang hitam, bukan pancinya." Mendengar komentar Velly, Juan kembali tertawa terlebih saat ia melihat wajah Nhosa yang pasrah seperti maling yang tertangkap basah.
"Apa yang kau perbuat dengan panci itu?" Tanya Velly lagi
"Ssstt!.." Nhosa mengarahkan jari telunjuknya ke depan bibir "Jangan keras-keras, entar Mamaku mendengarnya. Jika Mama sampai tahu makan aku bisa dicaci makinya selama dua puluh empat jam, lima menit saja aku sudah tak tahan." ucap Nhosa
"Aahh!.. Andai aku ada disana maka aku akan berteriak memanggil Mamanya." gumam Juan
"Lagian kau ini ada-ada saja, Nhosa. Kau tau kau itu tidak bisa masak kenapa memaksakan diri untuk masak." Ucap Velly, Juan mengangguk merespon suara Velly yang terdengar dari video itu.
"Ayo!.. Bantu aku bersihkan kekacauan ini sebelum Mamaku datang ke dapur." Pinta Nhosa dengan wajah memelasnya.
"Bukanya panci yang gosong itu adalah panci kesayangan Tante. Setahuku Tante baru saja membeli panci itu kemarin."
"Makanya ayo!.. Cepat bantu aku, agar Mama tidak melihatnya." Pinta Nhosa dengan wajah panik.
Baru hendak akan meletakan ponselnya suara teriakan Nyonya Linda dari ambang pintu dapur spontan membuat Velly kembali mengangkat ponselnya dan mengarahkanya kearah Nyonya Linda.
"ASTAGA NHOSA!.." Teriak Nyonya Linda membuat Nhosa langsung menutup telinganya bahkan Juan yang menonton kejadi itu melalui video saja langsung tersentak mendengar teriakan Nyonya Linda yang cukup keras dan bertenaga.
"Ini dapur kenapa bisa berantakan gini?" Tanya Nyonya Linda memandang takjub saat melihat kondisi dapurnya yang tragis.
"Haaaa!... Panci Mama kenapa bisa hitam begitu?!" Teriak Nyonya Linda kembali saat menyadari bahwa panci yang baru dibelinya telah hitam.
Sebuah tulisan muncul di video 'Tersangka' bunyi tulisan itu mengarah pada Nhosa, 'Korban' kini tulisan itu mengarah pada panci hitam yang ada di tangan Nhosa 'Orang tua korban' bunyi tulisan yang mengarah pada Nyonya Linda 'dan TKPnya' tulisan itu mulai mengarah pada dapur yang berantakan banyak sampah dan tumpahan telur serta terigu berserakan dimana-mana belum lagi genangan air yang membasahi meja dan lantai.
"Oh!.. Mama!" Teriak Nhosa spontan saat Nyonya Linda mengangkat sendok sayur kemudian diarahnya pada Nhosa, melihat adegan itu Juan kembali dibuat tertawa terbahak-bahak.
"Balik badan, menghadap dinding dan angkat tanganmu tinggi-tinggi!" Titah Nyonya Linda dengan suara tegasnya.
"Tapi Ma?"
"Gak ada tapi-tapian, cepat balik badan hadap dinding dan angkat tangan tinggi-tinggi." Titah Nyonya Linda kembali.
Sebelum membalik tubuhnya menghadap dinding Nhosa menatap tajam kearah kamera seraya berkata "Jangan di rekam, Vel." Namun Velly tak menggubrisnya ia hanya tertawa dan terus merekam semua kejadian itu.
Dalam video Nyonya Linda terlihat mulai membersihkan dapur yang disebabkan oleh anak gadisnya "Ini coba para panci dan segala macam alat-alat yang ada di dapur bisa teriak maka mereka akan berteriak histeris begitu melihat Nhosa masuk dalam dapur." Gerutu Nyonya Linda.
"Memangnya kenapa Tante?" Tanya Velly
"Karena bagi para panci dan alat-alat dapur lainnya Nhosa itu sudah dianggap sebagai pencabut nyawa mereka. Buktinya lihat panci itu," jawab Nyonya Linda seraya menunjuk kearah panci gosong kreasi sang anak "Udah tau gak bisa masak kenapa harus masak." Gumam Nyonya Linda dengan nada kesalnya.
"Tapi Ma_"
"Hadap dinding, siapa suru balik badan." Pekik Nyonya Linda begitu Nhosa membalikan tubuhnya sebentar hendak membela diri, dengan pasrah Nhosapun kembali membalikan tubuhnya kearah dinding.
Sebuah tulisan kembali muncul di dalam video 'jadi begitulah pemirsa akhir dari tragedi panci gosong, pelakunya sudah dihukum seberat-beratnya' tak lupa Velly menyertakan emotikon beruang ngakak diakhir tulisan.
"Kenapa gadis bernama Nhosa itu begitu menggemaskan." Ucap Juan setelah dia selsai menyaksikan video itu, ia bahkan telah memutar video itu sebanyak tujuh kali.
Bersambung!...